Jumat, 08 Oktober 2010

Melirik Kesuksesan Jurnalistik IAIN Ambon

Catatan : AHMET SIAUTA

TRADISI mahasiswa Jurusan Jurnalistik IAIN Ambon, kian berwarna, setelah sukses membentuk beberapa media kampus. Sebut saja, "Kapata News", Undergroend Tabloid, Radio Kampus, mereka juga rencananya akan melakukan pembelajaran lapangan, "magang" di berapa media nasional, baik cetak maupun elektronik. Demikian unek-unek, Ketua Jurusan Jurnalistik IAIN Ambon Mahdi Malawat, kepada Radar Ambon, Kamis 7 Oktober 2010.

"Kreativitas mahasiswa jurnalis sangat diapresiasi, dengan mengimplementasikan teori yang diperoleh dari ruangan kuliah, maupun pengetahuan authodidak yang mereka peroleh, terus mewarnai jurusan baru di kampus ini," terang Mahdi. Upaya merevitalisasi budaya menyampaikan informasi lisan menjadi tulisan, terus dilakukan oleh pihak jurusan. Sehingga potensi sumber daya manusia yang ada, kian menjadi prioritas tersendiri. "Apalagi, produktivitas Jurnalis hanya ada di kampus ini. Kami tetap akan memprioritaskan jurusan ini, mengingat jurnalis hanya milik IAIN di Maluku," tekannya.

Corak dan karakter yang cukup berbeda dengan mahasiswa lain, tentunya memberikan identitas tersendiri bagi mahasiwa jurnalis, dengan mengasah potensi dasar menulis, serta menjadikan para mahasiwa sebagai insan komunikatif merupakan sepenggal dari target pembinaan yang akan kami jalankan. "Kami akan senantiasa memberikan pemahaman dan tujuan secara benar dan kafah dalam menjalankan misi sebagai jurnalisme beretika," singkat dia.
Belajar dari pengalaman, Malawat merasa optimis dengan target tersebut, pasalnya, selain mencanangkan proses tersebut, dia juga sudah memproduksikan beberapa orang mantan mahasiwa dan mahasiswa yang dipayunginya terlibat lansung dalam media lokal di daerah ini. Dengan sendirinya keinginan untuk menjadikan jurnalis sebagai mimbar perubahan dikampus, menyemangati setiap aktivitas dia.
Padahal, Malwat tidak pernah lahir dari rahim jurnalistik, bahkan tidak memahami seluk beluk jurusan tersebut, pasalnya, semenjak menempuh jalur pendidikan dibangku kuliah, dia dianugerahi gelar Drs, pada jenjang strata satu (S1), dan kemudian meperoleh gelar magister sebagai Master Filsafat Islam (MFil,i). Secara teoritis, mungkin Malawat, bisa menyampaiakan berdasarkan teks book yang diperoleh dari perpustakaan atau tokoh buku, dan itu bisa dilakukan semua orang, tetapi keinginan dan semangat memajukan jurusan yang bukan besic keilmuanya itu, tidak dimiliki semua orang.
Diamanahkan sebgai ketua jurusan yang baru menoreh 10 angkatan dari terbentuknya jurasan pada tahun 2000 silam. Membuat dia tak gentar menahkoda jurnalistik menuju pulau harapan dan cita-cita bersama, Walaupun banyak gempuran omelan serta sikap apriori mahasiswa dan sebagainya, dia tetap menjalani tugasnya itu. Bahkan dalam satu diskusi bersama, Malawat pernah ungkpkan keinginan membangun jurusan ini, namun dihujani kritik dari mahasiswa. namun baginya itu hanya dinamika ilmiah yang harus diterima, sebagi konsekuensi logis, " Saya pernah menyampaikan keinginan untuk memajukan jurusan ini, namun kritikan ber munculan sana-sini sesuai dengan titel saya," katanya.
Keinginan memajukan jurusan jurnalis tak terbendung, itu tergambarkan, dengan memperjuangkan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler sesuai spesifikasi jurusan terus diper juangkannya. Tak ada rasa miris melihat kegagalan hasil perjuangan, bahkan baginya jarak tempuh tempat tinggalnya yang begitu jauh tak menyurutkan langkah dia menyatu bersama puluhan mahasiwa yang dia cintai.
Kendati tidak mendulang kesuksesan secara signifikan, Malawat mengingatkan bahwa komptensi bukan ukuran menahkodai juruasan pertama di Maluku itu. Menjiwai semua peran dan tanggung jawab yang diembani menjadi kunci utama meraih kesusksesan," Bukan hanya kompetensi saja yang dijadikan dasar mencapai kesuksean, namun penjiwaan tanggung jawab yang diberikan adalah kunci utamanya," ingatnya sembari merebahkan badan disandaran tempat duduknya. selain memiliki prinsip penjiawaan, saya juga slalu mencoba menyelami kemauan para mahasiswa, dan itu menjadi tanggung jawab pemimpin. tegas dia. Bahkan dibawah kepemimpinannya, jurusan yang terbentuk pada tahun 2000 silam itu, disinyalir dalam waktu dekat akan terakrditas. (***)

3 komentar: